Hasil Seleksi Proposal Hibah Penelitian Yayasan Kesejahteraan Propinsi Bali

Yth. Bapak/Ibu/Saudara,

Bersama ini diberitahukan hasil seleksi judul-judul Proposal Hibah Penelitian Yayasan Kesejahteraan Propinsi Bali yang lolos seleksi administrasi. Untuk melihat judul-judul proposal tersebut, Bapak/Ibu/Saudara dipersilakan mengunduh lampiran yang disertakan dalam surel ini.

Kepada peneliti dan tim peneliti yang usulan penelitiannya dinyatakan lolos seleksi admisnitrasi, diharapkan untuk:

  1. Memperbaiki proposalnya sesuai dengan masukan yang diberikan oleh Tim Penilai Hibah Yayasan.
  2. Melengkapi semua lampiran administrasi, termasuk halaman pengesahan serta surat pernyataan yang sudah ditandatangani.
  3. Mengumpulkan kembali proposal dalam bentuk cetakan (print out) yang sudah dijilid dengan warna cover biru sebanyak 2 eksemplar di ruang sekretariat Warmadewa Research Centre, Lantai 3 Gedung Koperasi dan Wirausaha Universitas Warmadewa, tanggal 25 April 2018 selambatnya pukul 17.00 WITA.
  4. Menunggu pengumuman lebih lanjut terkait dengan klinik penulisan dan penilaian proposal.
Pertanyaan atau informasi lebih lanjut bisa diajukan ke Sekretariat Warmadewa Research Centre atau melalui surel This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it., cc. This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
 
 
Hormat kami,
Tim Penilai Hibah Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali

Antusiame Luar Biasa atas Rencana Penerbitan Buku Antologi Kota Indonesia

 

Kota berkembang dari embrio yang berbeda-beda. Tumbuhnya sebuah kota bisa diawali dari sebuah perkumpulan politik, perdagangan, ritual ataupun militer. Yang juga tidak bisa diabaikan dalam membentuk keunikan sebuah kota adalah bentang alamnya. Dari embrio yang berbeda-beda, kota berkembang dengan cara yang berbeda-beda pula. Perbedaan embrio dan perkembangannya membuat setiap kota menjadi unik, membentuk narasi yang spesifik sehingga satu kota dengan kota yang lainnya menjadi sulit untuk dibandingkan secara setara. Namun demikian, setiap kota memiliki komponen-komponen dasar yang membuatnya memilki benang merah yang bisa ditarik tanpa harus memaksakan untuk membuat persamaan.

Guna membedah serta menggali perbedaan-perbedaan kota-kota di Indonesia sekaligus menarik benang merahnya, Fritz A. Nuzir peneliti dari IGES Jepang, Mohamad Cahyo Novianto dan I Nyoman Gede Maha Putra dari Warmadewa Research Centre menginisiasi penulisan dan penerbitan buku dengan judul tentative ‘Antologi Kota Indonesia’.

Sejak ide ini digulirkan pada awal Bulan Maret 2018, tercatat tidak kurang dari 32 usulan artikel yang masuk dari berbagai kota di Indonesia. Penulis tersebar dari Kota Sabang di ujung barat kepulauan Indonesia hingga ke Kota Kupang di ujung timur. Dari bagian utara, diwakili oleh deretan kota kota Banda Aceh, Pontianak, Samarinda hingga Ambon. Usulan tulisan dengan locus kota-kota di Jawa masih dominan mengingat pulau ini merupakan yang terpadat di Indonesia, sehingga jumlah kotanya juga dominan.  

Tema-tema yang diusulkan oleh para calon penulis menggambarkan keunikan setiap kota di Indonesia baik dilihat dari embrio, sejarah dan perkembangan serta keadaannya di masa kini. Ide warga (juga penulis) terhadap masa depan juga menjadi hal yang menarik untuk dibahas karena ia menjadi bagian dari rencana yang akan membentuk masa depan kota. Keberagaman tema ini menjadi bukti kekayaan narasi kota-kota di Indonesia.

Tema sejarah dan identitas-tempat terlihat cukup dominan dari usulan yang diajukan. Dari sini terlihat ada kegelisahan yang mencuat di tengah derap pembangunan kota yang dipandang bisa menghapus jejak sejarah dan memori kolektif penduduk kota. Ada nada kekhawatiran bahwa kota akan kehilangan keunikannya serta melebur menjadi kota modern tanpa identitas spesifik.

Isu lingkungan juga menggambarkan kegelisahan serupa. Kekhawatiran bahwa perkembangan kota bisa berakibat pada menurunnya kualitas lingkungan mengemuka dalam isu seputar ketersediaan ruang terbuka hijau perkotaan serta pengelolaan limbah.

Sekalipun ada banyak kekhawatiran, banyak pula usulan tulisan utopian yang bernada optimis. Usulan optimistis ini bermuara pada bagaimana membuat kota yang lebih ramah terhadap pengguna, terutama pejalan kaki.

Keunikan lokasi dan karakter fisik alamiahnya turut pula membentuk narasi kota yang berbeda. Kota-kota tepian sungai berbeda karakter dengan kota tepian pantai sekalipun sama-sama ada di pinggiran air. Kedua lokasi tersebut juga membentuk perbedaan dengan kota di pedalaman. Keunikan-keunikan ini tergambar juga dalam usulan tulisan tentang Kota Palu yang terletak di Teluk, Samarinda di tepian sungai, Bogor di tengah perkebunan serta Siak di pedalaman Melayu.

Saat ini, penulisan buku ada pada tahap pengembangan ide-ide menjadi teks. Tim editor masih menunggu ide dan tulisan dari calon penulis dari seluruh Indonesia. Draft tulisan terakhir akan diterima pada tanggal 24 Juni 2018. Semua teks akan dikurasi tanpa mengurangi makna dan ide yang hendak disampaikan oleh masing-masing penulis.