Riset Pembangunan Berkelanjutan dengan Focus pada Usaha Kecil dan Menengah di Bali oleh Warmadewa Research Centre dan WOW Bali

Globalisasi mengancam keberlangsungan banyak komunitas lokal yag menggantungkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya pada sumber daya alam setempat, modal yang relatif terbatas dan pengetahuan setempat yang diwariskan secara turun temurun. Hal ini disebabkan karena perpindahan ide, modal dan pengetahuan kini berlangsung dalam skala global nyaris tanpa batas ruang dan waktu. Di Bali, globalisasi, salah satunya, diperkenalkan oleh pariwisata sejak masa kolonial. Derap langkah pembangunan di Bali hari ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan pariwisata. Hal ini ditunjang oleh peran pulau ini sebagai daerah tujuan wisata utama di Indonesia. Bali juga dinobatkan sebagai penghuni peringkat utama dalam World Top Destination 2017 oleh Tripadvisor. Pembangunan pariwisata yang menggiurkan telah mengundang banyak investor dan pelaku bisnis untuk melakukan investasi besar-besaran di Bali. Nyaris di setiap wilayah di Bali terdapat usaha jasa pariwisata dalam berbagai bentuk yang tumbuh dan berkembang pesat. Pariwisata yang awalnya dikembangkan sebagai sumber penghasilan alternatif selain pertanian, telah menjelma menjadi sumber pendapatan utama penduduk Pulau Bali. Akan tetapi, investasi besar-besaran di bidang pariwisata juga menjadi ancaman bagi keberlangsungan banyak komunitas tradisional yang menggantungkan hidupnya pada kegiatan bisnis berskala lokal: yang memanfaatkan bahan baku setempat, ketrampilan yang diwariskan turun temurun, dan pangsa pasar yang terbatas. Dengan akses yang terbatas pada permodalan serta cara-cara pengerjaan tradisional, bisnis ini menjadi penopang bagi banyak penduduk desa di Bali. Di lain pihak, bisnis pariwisata juga sangat rentan dengan berbagai ancaman. Saat Gunung Agung erupsi, bisnis ini sejenak kolaps membuat banyak pelaku usaha di bidang ini kelimpungan. di lain pihak, bisnis tradisional yang terkelompok dalam usaha kecil dan menengah (UKM) tetap berlangsung. 

Guna memahami ketahanan bisnis UKM di Bali dalam menyangga keberlanjutan komunitas-komunitas lokal di Bali, Anik Puspaningsih dari Warmadewa Research Centre dan Agung Parameswara dari Universitas Warmadewa bekerjasama dengan organisasi WOW Bali menyelenggarakan penelitian interdisiplin. Penelitian pendahuluan telah dilakukan di Desa Tigawasa, Kabupaten Singaraja di Bali Utara. Dalam penelitian pendahuluan, serangkaian wawancara dengan pelaku kunci (key actors) dan observasi telah dilakukan. Dari kegiatan ini, disimpukan bahwa bisnis UKM dalam bentuk produksi anyaman bambu telah menjadi penyokong utama ketahanan ekonomi masyarakat lokal, menjamin keberlangsungan komunitas di desa tersebut. Kegiatan ekonomi ini memanfaatkan bahan baku yang diperoleh dari wilayah setempat, dikerjakan dengan keterampilan yang dikembangkan secara turun temurun sehingga membuatnya memiliki nilai-nilai ke-setempat-an yang kuat. Selain menjadikan bisnis ini unik dengan nilai-nilai kesetempatan yang kuat, kondisi ini juga mengandung ancaman. Ancaman yang dihadapi antara lain adalah keberlangsungan ketersediaan bahan baku, keberlanjutan ketrampilan ini di kalangan generasi muda, serta keterbatasan modal guna pengembangan produk dan pemasarannya. Dari potensi dan ancaman yang dimiliki, tim peneliti menyusun kerangka konsep penelitian yang mengintegrasikan berbagai komponen, antara lain: akses ke permodalan; transfer pengetahuan dan keterampilan dari generasi ke generasi; keberlanjutan ketersediaan material lokal; strategi pemasaran; dan kebijakan pendukung. Kerangka konsep ini masih ada pada tahap ‘preliminary’ dan perlu diujicoba lebih lanjut dengan masyarakat lokal. Hal ini akan dilaksanakan pada tahapan riset selanjutnya yang akan dilaksanakan tidak hanya di Desa Tigawasa tetapi juga di desa-desa tradisional lain yang memiliki karakteristik sosial dan ekonomi serupa.

Kerjasama riset ini masih dalam tahap awal. Karena penelitian-penelitian yang dilakukan dalam bingkai kerjasama ini

Read more ...

Peluncuran Warmadewa Research Centre dan Undangan Menulis Proposal Penelitian

Peluncuran Warmadewa Research Centre dan Undangan Menulis Proposal Penelitian

Undang-undang No. 12 Tahun 2012, Pasal 1 ayat 9 mensyaratkan setiap perguruan tinggi di Indonesia untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri atas Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat. Dengan demikian, setiap sivitas akademika, yang berada di bawah naungan perguruan tinggi, wajib melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, termasuk penelitian. Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi, data, dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan/atau pengujian suatu cabang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dosen, yang berada di garda depan perguruan tinggi,  dengan demikian, selain melaksanakan kegiatan pendidikan, wajib memiliki mengembangkan suatu cabang ilmu pengetahuan dan/atau teknologi melalui penalaran dan penelitian serta menyebarluaskannya dalam bentuk publikasi.

Jumlah dosen di Universitas Warmadewa yang dicatat saat peluncuran program ini adalah 376 orang tersebar di 7 Fakultas dan Program Pascasarjana. Jumlah terbesar ada di Fakultas ekonomi dengan 91 orang dosen dan diikuti oleh Fakultas Kedokteran dengan 71 orang dosen. Program Pascasarjana dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menempati proporsi terkecil dengan masing-masing 16 dan 24 orang dosen. Proporsi dosen pada masing-masing Fakultas dan Program Pascasarjana dapat dilihat pada tabel sebelah kiri di bawah ini.

Read more ...

Call for Proposals: Undangan Menulis Proposal bagi Dosen di Lingkungan Universitas Warmadewa

Riset menjadi tolok ukur penting kemajuan sebuah universitas di Indonesia sebagai bagian tak terpisahkan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri atas: Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Hal yang sama juga berlaku bagi tolok ukur kinerja seorang dosen. Setiap dosen yang tergabung di perguruan tinggi, dengan demikian, wajib melakukan riset sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuninya. Pelaksanaan riset menjadi tolok ukur kinerja seorang dosen. Dalam jangkauan yang luas, riset juga menjadi salah satu kunci dalam menyelesaikan fenomena yang terjadi di masyarakat. Perguruan tinggi yang menjadi ujung tombak pengembangan ilmu memiliki keniscayaan untuk melaksanakan riset.

Sekalipun penelitian adalah keniscayaan dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, jumlahnya masih minim. Terdapat beberapa hambatan yang dialami oleh dosen untuk melaksanakan penelitian. Diantara hambatan tersebut ada yang bersifat teknis dan juga bersifat psikologis.

Menyadari pentingnya peranan riset, baik bagi perguruan tinggi, dosen maupun masyarakat, Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali mengundang semua dosen di lingkungan Universitas Warmadewa untuk membuat usulan riset. Penyaluran dana hibah ini bertujuab untuk:

a.     Membina dan meningkatkan kemampuan meneliti sivitas akademika di lingkungan universitas Warmadewa, terutama yang belum memiliki pengalaman meneliti.

b.     Meningkatkan rasa percaya diri dosen di lingkungan Universitas Warmadewa untuk melakukan penelitian.

c.      Menjadi sarana latihan bagi dosen di lingkungan Univeritas Warmadewa untuk mempublikasikan hasil penelitiannya.

d.     Meningkatkan jumlah publikasi ilmiah dosen di lingkungan Universitas Warmadewa di jurnal nasional maupun internasional.

Yayasan menyediakan total dana sebesar 1 milyar rupiah untuk setidaknya 50 proposal yang akan didanai.

Undangan untuk melakukan riset ini  berlaku bagi dosen yang telah memiliki NIDN. Namun demikian, dosen yang belum memiliki atau sedang dalam proses pengurusan NIDN boleh mengajukan usulan sebagai anggota tim peneliti.

Kesempatan ini diharapkan akan meningkatkan minat serta kapasitas dosen dalam melaksanakan penelitian.

Read more ...