Hari Pertama

Banyak komunitas-komunitas tradisional di kawasan yang kini disebut sebagai Asia Tenggara, akibat batas-batas politis yang terbentuk sejak berakhirnya perang dunia ke-2, yang masih hidup dan tumbuh di tengah arus globalisasi. Globalisasi dicirikan oleh terjalinnya, secara fisik dan virtual, kawasan-kawasan yang berbeda-beda di muka bumi. Globalisasi membawa serta arus perubahan yang mempengaruhi kehidupan social dan budaya masyarakat di Asia Tenggara. Sebagian kehidupan social dan budaya terdampak oleh jaringan global tetapi tidak sedikit pula yang berhasil meregenerasi kehidupannya yang berakar pada hubungan erat antara manusia sebagai kelompok dengan alam tempat tinggalnya. Di Bali, sekalipun moderinasi membuat masyarakat semakin rasional, kehidupan budaya masih kental terasa tidak hanya di desa-desa tetapi juga di kawasan-kawasan perkotaan. Hal ini menunjukkan bahwa ada value yang bertahan dan dipertahankan oleh masyarakat tradisional. Value ini melekat di benak bahkan menjadi semacam DNA  masyarakat traditional Bali, meminjam istilah Mr. Hai Dai, direktur WOW Bali. 

 

Hari ini Asian Society of Teachers for Research bekerjasama dengan Universitas Warmadewa, University of Bohol dan WOW Bali for Global Initiative menyelenggarakan Asian Conference on Sustainable and Regenerative Development 2018. Temanya: Regenerative Research as means for building sustainable communities.

Konferensi ini bertujuan untuk mempertemukan peneliti seluruh Asia dalam satu konferensi dimana masing-masing bisa saling memperkenalkan bidangnya serta bertukar pengalaman unik dalam melaksanakan penelitian. dari pertemuan ini diharapkan pula akan bisa dipelajari kerangka teoretikal baru untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan serta beregenerasi. pada akhirnya, masing-masing partisipan bisa menjalin kemitraan dan kolaborasi untuk melanjutkan riset guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Kolaborasi dan kemitraan menjadi pilar penting dalam pengembangan ilmu dan menjamin implementasinya di kalangan masyarakat. hasil-hasil riset kolaborasi, yang dilakukan lintas bidang ilmu dan lintas negara, bisa mempengaruhi penyusunan kebijakan pada kawasan yang lebih luas. Hal yang sama juga bisa mmebentuk komunitas riset dimana contoh-contoh kasus yang site spesifik bisa dibagi, dibahas bersama, serta, dimana menungkinkan, dibangun pemahaman yang sama. komunitas riset semacam ini bisa memberi sumbangan signifikan bagi pengembangan ilmu dan praktek guna menyongsong masa depan yang penuh harapan.