Jumpa Ngopi #16

Rabu (29/7) secara virtual melalui Aplikasi Zoom Cloud Metting dengan titik pusat di Ruang Warmadewa Research Centre Universitas Warmadewa (Unwar) Jumpa Ngopi #16 kemarin mengusung tema “Membaca Kota, Manusia, dan Transformasi di masa Pandemi”.

Salah satu narasumber yang juga Direktur WaRC I Nyoman Gede Mahaputra, ST., M.Sc., Ph.D., memaparkan, Kota Denpasar menghadapi tantangan berat pada masa pandemi dan era adaptasi kehidupan baru. Salah satu indikasinya, angka penularan Covid-19 lewat transmisi lokal terus terjadi, meskipun berbanding lurus dengan angka kesembuhan.

Dosen Prodi Arsitektur yang akrab disapa Mang De mengatakan “Di Bali (khususnya Denpasar-red) memang ada moda transportasi berbasis online, tapi itu bukan transportasi publik. Kondisi ini membuat pergerakan manusia semakin susah dikontrol. Faktor ekonomi juga mengharuskan warga keluar dari rumah, bukan tidak taat imbauan pemerintah untuk diam di rumah selama pandemi,”

Sebagai solusi, Mang De berharap, pemangku kebijakan mampu memperkecil lingkup konsentrasi perdagangan dan pendidikan minimal di wilayah banjar atau desa. Sebab, diketahui bahwa pasar adalah salah satu kluster penyebaran Covid-19.
“Salah satu solusi menurut saya, lingkup perdagangan harus dipersempit misalnya di wilayah banjar. Untuk memfasilitasi peserta didik, di setiap banjar juga perlu dipasang WiFi,”

Selain Mang De, Rita Pandawangi dari Singapore University of Social Science dan Anton Noventanto, akademisi Universitas Brawijaya, Malang juga terlibat sebagai narasumber. Sementara Dr. I Ngurah Suryawan selaku moderator Jumpa Ngopi #16 ini berhasil menyedot 70 peserta dari kalangan akademisi, mahasiswa dan umum.

Categories: event
Tagged: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *