Sharing Session #02

Sampah baru jadi perhatian setiap kali menerjang pantai-pantai di Bali, terutama area wisata. Namun fokus penanganan di hilir, bukan hulu. Peningkatan volume sampah plastik pun terjadi saat pandemi ini, walau aktivitas usaha berkurang. Bali Partnership menyebutkan hanya sekitar 48% timbulan sampah di Bali yang telah dikelola baik, didaur ulang maupun diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sementara sisanya ada yang dibakar, dibuang ke lingkungan, saluran air, dan berakhir di laut. Riset kolaboratif ini menyebut ada 33.000 ton sampah plastik dari Bali berakhir di laut setiap tahun. Namun, untuk menjawab masalah di hulu, perlu mempelajari bagaimana perjalanannya sampai hilir. Diskusi publik kolaborasi kali ini akan membahas hal ini. Mari berpartisipasi untuk perubahan perilaku dan mendorong kebijakan pengelolaan sampah di Bali yang serius dan komprehensif.

Warmadewa Research Center (WaRC) dan media jurnalisme warga @BaleBengong mengundang warga dalam diskusi publik pada 13 Februari 2021 bersama pemantik diskusi!!

Pemantik
1. I Gede Hendrawan, S.Si.,M.Si., Ph.D (penelitian terbaru tentang pemodelan sampah laut)
https://fkp.unud.ac.id/pages/view/i-gede-hendrawan-s-si-m-si-ph-d

  1. Hermawan Some, Dewan Pengarah Aliansi Zero Waste Indonesia
    Koordinator Nol Sampah Surabaya (kebijakan pengelolaan sampah daerah dan implementasinya)
    https://aliansizerowaste.id/
  2. I Made Kris Adi Astra, S.Si, M.Sc : Geo-modeling (verifikasi pemodelan sampah. Sudah tepatkah pemodelan sampah di perairan Bali?)
    https://www.linkedin.com/in/i-made-kris-adi-astra-2446b6152?originalSubdomain=id

Narahubung: Ruth (+62 85249492694)

Categories: event
Tagged: ,