Sharing Session Warmadewa Research Centre #6

Berebut Air Bali Kontemporer

Toya dan tirta pernah menjadi elemen sentral dalam laku hidup dan ritual masyarakat Bali. Bahkan tirta memiliki peran sentral sebagai pemuput (penuntas) dalam ritus-ritus. Oleh sebab itulah agama Bali sering disebut Gama Tirta untuk menunjukkan pemujaan dan pemuliaan terhadap air. Namun kini sumber-sumber mata air mulai tertutup beton bungalow atau perumahan. Pemujaan terhadap air masih terus berlangsung meski laku hidup manusia Bali jauh dari penghormatan dan pemuliaan. Kita kini tergantung pada air dalam kemasan.

Sumber-sumber mata air menjadi rebutan masyarakat. Semakin hari sumber mata air tersebut semakin menyusut, sementara kebutuhan kita terhadap air berlangsung seumur hidup di kandung badan. Apa yang sebenarnya menyebabkan krisis air di Bali? Bagaimana pola-pola konfliknya? Bagaiamana sebenarnya masa depan air di tanah dewata ini? Sharing session #6 Warmadewa Research Centre (WaRC) akan membincangkan hal tersebut bersama:

Dewa Ayu Putu Eva Wishanti
Mahasiswa PhD di University of Leeds/Dosen Universitas Brawijaya

Gunanjar
Ketua Yayasan Manikaya Kauci

I Made Iwan Dewantama
Conservation International (CI) Indonesia

Moderator
I Ngurah Suryawan
Peneliti Warmadewa Research Centre (WaRC)

Hari/Tanggal: Rabu, 30 Juni 2021
16.00 Wita
Via Zoom
Link pendaftaran: bit.ly/balikontemporer

Categories: event